Berbisik,
lama jadi berisik.
tentang sahabat,,orang-orang dekat dan dapat dipercaya
sendu,
dan beradu.
tentang keluarga,,orang-orang dekat yang dapat didekap
itu alasan utamanya.
karna aku juga merasa beruntung (untuk lainnya)..berbahagialah..
Berbisik,
lama jadi berisik.
tentang sahabat,,orang-orang dekat dan dapat dipercaya
sendu,
dan beradu.
tentang keluarga,,orang-orang dekat yang dapat didekap
itu alasan utamanya.
karna aku juga merasa beruntung (untuk lainnya)..berbahagialah..
“pekerjaan rumah-ku” yang kedua juga sudah dilakukan, meski tidak secara langsung.
karna aku rasa ia juga tak ingin menemuiku…
sungguh mungkin aku telah menggali dalam di hatinya, hingga aku merasa ia tak kan memaafkanku, atas sesuatu yang aku tak peka terhadapnya.
*sigh*
bukankah aku pernah mengatakan hal itu padamu secara jujur?
ternyata aku pun begitu.
pun sahabat baikku mengatakan hal yang sama.
mungkin karna kita sama tidak pekanya, jadi semua terlalui selama ini?
lalu?
aku hanya akan menunggu.
menunggu giliranMu untuk melakukan bagianMu, janjiMu..
aku telah melakukan yang terbaik yang aku bisa,
meski tak ada yang sempurna di dunia
biar mungkin mereka akan membenciku seumur hidup mereka..
biar..
karna aku hanya mengikuti kata hati untuk melakukannya..berkat saran saudariku:
kamu harus menyelesaikannya, meski telah dianggap lalu, karna itu ternyata menjadi masalah bagi kehidupanmu. kamu adalah wanita yang akan bertanggung jawab akan perawatan dan pengasuhan anak-anakmu kelak. dan kamu tidak mungkin membesarkan anak-anakmu dengan masalah itu dalam hidupmu…
yang terjadi, terjadilah..
karna pun sepertinya mereka tak peduli terhadap apa yang telah terjadi padaku, entah apa yang ada dalam benak mereka…
aku sudah melakukan bagianku,
sekarang giliranMu..
proyek “pekerjaan rumah-ku” yang pertama, telah dilakukan…
sekarang yang kedua menunggu,
mungkin saat ini dianggap tidak mengapa.
tapi “pekerjaan rumah-ku” yang kedua juga harus diselesaikan…
h-a-r-u-s
meski tak bertemu langsung
h-a-r-u-s
karena rasanya masih mengganjal..
dan membuatku terus teringat, segala ucapan dan sikap itu
padaku.
i was so sorry for that, sist…
but there is no way…
aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa,
i’m sorry…
Damn why it’s so hard to say
Secret feelings locked away
Heaven knows I’ve always felt so much
For you
I’m not that romantic
Even worse I’m sarcastic sometimes
And now it’s time I tell you this
What’s always been my only wish
Reff :
Eventhough I’m no spiderman or superman
I’ll be the one who guards you
Night and day and trust me
I don’t need no spiderweb or laser eyes
Cause you’re giving me
The strength to say
Share you life and be my wife
Damn why so hard for me to say
Secret feelings locked away
Heaven knows I’ve always felt this much
For you
I’m not that romantic
Even worse I’m sarcastic sometimes
And now it’s time I tell you this
What’s always been my one
and only wish
Bridge :
Can’t believe what I heard
It’s so beautiful filled in my soul
Please tell me that I’m not dreamin
Will you be my wife… Baby…
mulanya, cuma iseng download lagu..nyari lagu L.O.V.E yang sendu dari kapan tau..eh malah dapet lagu ini juga.
agak begidik waktu denger: Heaven knows I’ve always felt so much
For you..
r.a.h.a.s.i.a banngget kayaknya..
disimpan rapat,
sampai waktunya tiba.
bisa dibilang: dingin.
sahabat baikku malah bisa jatuh sayang pada lelaki yang tak mudah mengatakan kata-kata manis dan berlaku berlebih pada wanita (yah, itu salah satu kesamaan kami).
sayang, lelaki yang dingin kadang terlalu jauh tak terjangkau atau tak terbaca maunya apa. bingung. hanya itu yang aku dan sahabat baikku bisa katakan.
tapi, lagunya bagus. menenangkan. nice…
Hari ini Daniel sakit,
Hamdan?
Sudah digendong orang lain.
Sedih.
Tapi ada Catur yang sedang tidur, dan dibangunkan Mira-chan…
Aku kangen sekali sama Daniel,
Matanya, senyumnya, sentuhan tangannya…
Aneh, waktu dengan Yanuar yang kukira aku jatuh hati pada pandangan pertama padanya, aku tak merasa sekangen ini..
Juga pada Tomy..
Tomy dan Yanuar beruntung, mereka telah ‘pulang’,
Mereka telah menemukan rumah,
Menemukan orang tua yang akan dan pasti menyayangi mereka..
Semoga mereka bahagia dengan orang tua barunya..amin.
Daniel sakit,
Aku tak melihat batang hidungnya yang tak mancung itu n_n
Nampaknya Catur juga sakit, pilek, demam..
Semoga besok mereka lebih baik keadaannya..
Aku kangen Daniel…
Matanya, senyumnya, sentuhan tangannya…
Dan sebelum pulang, akhirnya aku melihatnya dari balik kaca..
Ia habis menangis…
mmmm…Daniel…
Hamdan?
Besok aku dan Mira-chan berencana datang lebih awal, setelah pulang sekolah…
“biar bisa gendong Hamdan…”
Hei Hamdan, aku dan Mira-chan belum melihatmu memakai baju biru yang waktu itu kami titip ke pengasuh…
Hei Hamdan, kau sudah merebut hati kami..^_^ dengan mata bulatmu itu, hidung mancung dan senyum malaikatmu…
Biar saja, biar semua mengaku.
Aku dan Mira-chan tak peduli, kami tetap sayang kamu dan Daniel..
“perekrutan geng cacul sudah dilakukan..hehe..”
Kamu adalah anggota ke-3 dan Daniel anggota ke-4 (setelah Tomy dan Yanuar)
Aku mau kamu panggil aku “Mama…” atau “Bunda…”
Sleman, 31 Agustus 2009 M/ 10 Ramadhan 1430 H
21 .59 WD
Seandainya aku sudah punya pekerjaan dan pihak panti serta keluargaku membolehkan…
Aku mengira, bahwa tak ada yang istimewa terjadi di malam ini,
Akan terlalui seperti biasa.
Namun tak seperti malam-malam Ramadhan tahun lalu yang berkesan dan khidmat, merasakan hangat dalam hati dengan mengingatiMu..
Ternyata, Kau beri suatu yang melapangkan hati.
Kau sisipkan harapan pada suatu yang ku sebut “pekerjaan rumah-ku”.
Ini adalah proyek “pekerjaan rumah-ku” yang pertama.
Yang kedua, kuharap menunggu giliran.
Senyum ini mengembang,
Aku sungguh bahagia, melihat suluh ini.
Meski kecil, namun terang.
Meski terancam padam, namun tetap menyala.
Yah, sahabat baikku benar.
Aku selama ini telah berhasil bertahan, dan tidak mundur menghadapi ini.
Yang harus aku lakukan sekarang adalah bersegera.
Ini proyek “pekerjaan rumah-ku” yang pertama.
Harus terkoordinasi dengan benar,
Harus terencana dengan baik.
Aku harus berhasil, tak ada pilihan lain.
Aku pasti berhasil.
Sekian lama, aku berada pada posisi ini.
Aku harus bergerak.
Dan pasti bergerak, tak ada pilihan lain.
alurMu kali ini, Tuhan..
pasti indah.
Sekian lama aku hanya berpikir dan menganggap ringan semua,
Aku harus bertindak, dan pasti bertindak.
Tak ada pilihan lain.
“aku ingin kita berkumpul di akhirat nanti, karna Rasulullah pernah bersabda: sesungguhnya kalian di sana akan dikumpulkan bersama orang yang kalian sayangi..(seperti posisi jari telunjuk dan jari tengah)”
Aku sungguh menginginkan ini,
Dan ini bukan sekedar tulisan dalam lembar persembahan skripsiku…
Sleman, 10 Ramadhan 1430 H/ 31 Agustus 2009 M
21.38 WD
Pasti berhasil!! We gonna make it!
Bismillahirrahmanirrahim..
sahabat, akan ke-alpa-an kami
Membiarkanmu, ada dalam belenggu ini
Membiarkanmu, terus hanyut dalam imajinasimu
Akan luka yang dibuat olehnya,
Akan pembelaan kami atas lakunya, yang sahabat kami juga
Juga atas laku kami yang memanjakanmu..
Sahabat,
Apa pantas, kami disebut begitu bagimu?
Sahabat,
Apa layak, kami memanggilmu begitu?
Karna ternyata kita belum sebaik itu
Untuk saling mengingatkan, saling mendoakan, dan terutama saling jujur
dalam hubungan ini..
maaf,
atas segala laku kami yang membuatmu merasa terlalu nyaman
sehingga kau lengah dalam mencari identitasmu sebagai pribadi.
Maaf,
Atas segala ucap kami yang sering menyinggung atau menyakitkan hati
Sehingga kau lengah untuk tetap menganggap kami
Sebagai sahabat.
Sahabat yang berusaha selalu ada saat kau butuh,
Meski kau lupa untuk menyadarinya.
Sahabat yang berusaha melakukan yang terbaik untukmu,
Meski pandanganmu kabur oleh kehadirannya.
Sungguh,
Bila kau merasa butuh sandaran,
Kami bersedia mendekapmu.
Bila kau merasa butuh pegangan,
Kami bersedia menggenggam tanganmu dan bersama kita serahkan urusan padaNya..
Sahabat,
Kami ingin tetap bersamamu sebagai sahabat.
Sahabat yang tidak hanya dekat secara fisik.
Sahabat yang dapat saling menghargai dan memahami.
Sahabat yang dewasa menghadapi hidup.
Semoga dengan ini, kita dapat lebih dewasa*
Untuk sahabat,
Yang kami sayangi dan menyayangi kami
Luph u, sist.. n_n
Yogyakarta, 29 Agustus 2009 M/ 07 Ramadhan 1430 H- 22.11 pm WD
langkah-langkah berayun
bergegas.
mencari
atau juga
mengejar..
mengejar apa?
satu kata,
tapi semua enggan untuk berkata.
bukan bisu,
tapi semua larut dengan urusan masing-masing
jalan sendiri-sendiri..
dan disadari,
mungkin saat itu
seperti ini juga bahkan lebih egois lagi
manusia-manusia memikirkan urusannya sendiri,
hutangnya,
khawatir dosanya,
khawatir amalnya,
dan tanggung jawabnya…
jalan sendiri-sendiri..
bukan karna tak ada peduli,
tapi hanya konsentrasi,
benarkah?
#menghitung detik-detik yang berdetak maju dan maju…
kumpul,
lalu dikumpul.
kelompok
lalu dikelompokkan.
tapi kemudian, satu-satu dipisahkan.
dilihat, diteliti, dicari
untuk kemudian dikumpulkan dan dikelompokkan kembali.
apa tidak lelah seperti itu?
buih-buih itu pecah saat sampai di tepian,
tapi bergerombol ia datang lagi..
satu-satu lalu menepi dan pecah
dan datang lagi.
#saat menunggu sahabat kembali
untuk menemui dosen pembimbingnya.
04 Agustus 2009
07 Sya’ban 1430 H
14.17 WD